Kawah Ijen, Pendakian Yang Tak Sekuat Dulu - Esok Hari Nanti

Kawah Ijen, Pendakian Yang Tak Sekuat Dulu

Kawah Ijen Banyuwangi
View kawah ijen dengan suasana berkabut
Kawah Ijen, Pendakian Yang Tak Sekuat Dulu, kenapa judulnya begini ya, karena tidak begitu hehehe. Inspirasi judulnya berawal dari perjalananku ke kawah ijen pada penutup tahun 2017. Gunung yang terkenal dengan fenomena blue fire ini sebenarnya tidak terlalu memiliki ketinggian yang menjulang langit. Kawah ijen ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl yang terletak di perbatasan antara kabupaten banyuwangi dan kabupaten bondowoso.

Perjalananku mendaki kawah ijen ini pada penutup tahun 2017, sebenarnya tanpa rencana yang matang, gara-gara ajakan temenku, sebut saja sisco yang merencanakan perjalanan ini. Berawal dari rencana sisco yang pengen berkunjung ke rumahku yang sudah beberapa kali dibicarakan kalau dia mau ke rumah tapi pada akhirnya tidak jadi-jadi hanya tinggal omongan saja, hingga pada akhirnya dia sampai juga di rumahku.

Ternyata ada tujuan terselubung dari kedatangan sisco ke rumahku, tidak hanya sekedar berkunjung tapi juga menggajakku untuj traveling kembali. Setelah kami ngobrol panjang kali lebar akhirnya kami memutuskan untuk mengexplore keindahan alam di kabupaten banyuwangi. Keesokan harinya kamipun berangkat ke banyuwangi, sebelum ke kawah ijen mampir terlebih dahulu ke rumah teman kami di kawasan rogojampi. Transit ke rumah adib temenku yang di banyuwangi, karena rencana kami untuk ke kawah ijen masih jam 10 malam.

Perjalanan dimulai, dari rencana awal yang berangkat jam 10 malam ternyata molor hingga jam 12 malam gara-gara kami pada ketiduran semua. Setelah berkemas dan kamipun siap berangkat, kali ini aku memilih lewat banyuwangi karena aku juga belum pernah lewat banyuwangi untuk menuju ke paltuding sebelum-sebelumnya kalau ke kawah ijen lewat bondowoso ini nyoba suasana baru lewat banyuwangi. Perjalanan dari rogojampi ke paltuding terbilang cukup singkat hanya kurang lebih 1 jam perjalanan di dukung dengan medan yang baik jalan beraspal yang mulus. Setibanya di paltuding kami disuguhi pemandangan parkiran yang penuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dan juga ribuan orang yang akan mendaki ke kawah ijen. Mungkin gara-gara liburan akhir tahun ya orang orang pada mau liburan ke kawah ijen sebagai luburan akhir tahun.
Kawah Ijen Banyuwangi
Salah satu sudut kawah ijen yang ramai pengunjung, seperti pasar
Tiket masuk sudah ditangan akhirnya kamipun melakukan pendakian sekitar jam 02.00 WIB, perjalanan ramai mulai dari segerombolan remaja ada juga gerombolan keluarga, ada juga yang berdua dengan pasangannya, sepajang perjalanan hal itu yang terlihat di warnai dengan penawaran penawaran dari ojek blerang, bukan ojek online lho ya. Ojek blerang ini bukan nama sebenarnya tapi aku sendiri yang menyebutnya karena ojek ini berasal dari para penambang blerang yang menawakan jasa untuk membantu pengunjung untuk mendaki maupun turun dari kawah ijen. Kawah Ijen, Pendakian Yang Tak Sekuat Dulu nah ini baru terasa setelah melawati pendakian di pos 2 aku sudah megap-megap (nafas tak beraturan) hal ini berbeda ketika terakhir kali aku ke kawah ijen 4 tahun yang lalu. Suasana yang berbeda atau mungkin karena kondisi fisik sudah menurun tak seperti dulu, atau mungkin karena kami sebelum berangkat tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Kawah Ijen Banyuwangi
Kawan kawanku yang pada narsis
Selain itu faktor alam juga bisa mempengaruhi kondisi fisik, kondisi cuaca saat pendakian memang kurang bersahabat hujan gerimis menemani selama pendakian. Melewati pos 2 pandakian tak selancar ketika awal-awal berangkat hingga sampai melewati pos 3 masih saja jalan beberapa meter lalu istirahat gitu aja perjalanan hingga membuat waktu lebih lama. Berbeda dengan ketiga temanku mereka kuat kuat aja, apa gara gara semangat pengen sampe ke kawah ijen ya, mereka memang baru pertama kali ke kawah ijen ini sehingga motovasinya besar melawan rasa capek. Matahari akan segera menampakkan wajahnya dari pada tidak bisa menikmati blue fire akhirnya aku memutuskan untuk menyuruh teman temanku berangkat lebih dulu dari pada mereka kecewa gara gara tak dapat menikmati blue fire kasian udah jauh jauh dari malang gak dapet apa apa. Tak terasa perjalanan yang cukup melelahkan sampai juga di puncak gunung ijen setibanya di puncak aku memutuskan untuk tidak ikut turun ke kawah melihat blue fire secara dekat selain karena sudah pernah kondisi fisik juga tak mendukung. Sambil menunggu teman-temanku kembali ke atas nyantai di gazebo sambil menikamati keindahan alam kawah ijen.
Kawah Ijen Banyuwangi
Fotonya di atas semua gara-gara aku gak ikut turun ke kawah
Empat tahun berlalu semenjak terakhir kali aku ke tempat ini ternyata sudah banyak perubahan di kawah ijen, mulai dari fasilitas, pelayanan maupun kondisi alam kawah ijen. Banyak perubahan yang mempermudah pengunjung untuk menikmati keindahan alam kawah ijen. Adanya gazebo di setiap pos hingga di puncak untuk tempat beristirahat, selain itu toilet yang ada di setiap pos dan juga di puncak jadi kalo udah kebelet tidak usah susah-susah mencari semak-semak tinggal di tilet. Keberadaan ojek blerang juga baru aku tau terakhir ke sana masih belum ada, jadi kalau ada pengunjung tidak kuat untuk melakukan pendakian ke kawah ijen tak perlu susah susah tinggal menggunkan jasa ojek belerang, berbeda dengan dulu harus bersusah payah dulu baru bisa menikmati keindahan kawah ijen.
Kawah Ijen Banyuwangi
Kabut kawah ijennya gak kelihatan
Puas menikati keindahan alam kawah ijen akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah. Tujuan utama travelin sebenarnya bukan obyek wisata tetapi tujuannya adalah kembali ke rumah dengan selamat setelah menikmati keindahan obyek wisata. Sekian cerita singkat ku kali ini sampai jumpa di cerita cerita selanjutnya.

Tips bagi kalian yang mau ke Kawah Ijen
  1. Sebelum berangkat cari info sebanyak banyaknya tentang kawah ijen.
  2. Pastikan kondisi badan dalam keadaan prima.
  3. Siapkan perlengkapan sesuai kebutuhan, jika camping perlengkapan seperti tenda, karier, kompor dan lainnya jangan lupa di siapkan.
  4. Persiapkan kebutuhan logistik yang sesuai kebutuhan, misalkan air minum, snack, makanan.
  5. Kamera, jangan lupa untuk mengabadikan momen momen di kawah ijen.
  6. Jika melakukan pendakian di sarankan berangkat jam 01.00 WIB agar dapat menikamati keindahan blue fire.
  7. Buanglah sampah pada tempatnya, kita sama sama jaga kebersihan kawah ijen ya.
  8. Sebelum berangkat jangan lupa berdoa.
Terima kasih sudah membaca Kawah Ijen, Pendakian Yang Tak Sekuat Dulu semoga bermanfaat. Ketika alam dan pertualangan memanggil, Kejarlah dengan caramu. Waktu kita sangat sempit, tetapi belum terlambat untuk melakukan sesuatu sekarang. mulailah dengan hal yang kecil, hal kecil bila dilakukan terus menerus esok hari nanti maka akan menjadi sesuatu yang besar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "Kawah Ijen, Pendakian Yang Tak Sekuat Dulu"

  1. sepertinya faktor usia deh :D, BTW tulisannya lumayan informatif. sudah sejak dulu saya berencana untuk mendaki Kawah Ijen, letaknya dekat sih, tapi masih belum ada kesempatan dan teman yang bisa diajak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu faktor usia yang mempengaruhi, Wah harus segera di agendakan tu ke kawah ijen. boleh ajak saya kalau mau ke kawah ijen hehehe

      Delete
  2. kereen nihh, saya malah belum kesini hahahaa

    bolehlah kayak sisco, ditemenin nanjak di ijen haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya mah siap menemani nanjak di ijen, langsung saja hubungi nomor yang tertera hehehehe

      Delete

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel