.

.
EsokHariNanti

Mei & Warna-warni Festival Banyuwangi

Banyuwangi, kabupaten di provinsi Jawa timur, Indonesia, yang terletak di paling timur pulau Jawa. Kabupaten yang terkenal dengan kemegahan festival dari keanekaragaman budaya nya juga memiliki potensi di bidang bahari. Banyu berarti air, sedangkan wangi berarti harum. Asal muasal nama Banyuwangi terdapat pada legenda mengatakan seorang istri yang di tuduh selingkuh oleh sang suaminya kemudian di tenggelamkan. Tidak kebersalahan istrinya mengubah sungai tersebut menjadi wangi. 

Jika anda ke Banyuwangi saat ini maka, festival Banyuwangi sangat sayang sekali anda lewatkan. Sudah 4 tahun lamanya festival di Banyuwangi di selenggarakan. Setiap tahunnya, kabupaten ini mengadakan adanya 60 event sepanjang tahun 2016. Festival ini guna memperkenalkan serba-serbi budaya kabupaten banyuwangi. 

Puluhan event  yang di adakan khusus di bulan Mei itu di antaranya: Oseng Culture Festival/Banjar Licin (6-8mei), International Tour de Banyuwangi Ijen (11-14 Mei), Underwater Festival dan fish market festival (21-22 mei), dan Festival wayang kulit (28 mei).

Festival pertama yang akan di selenggarakan pada awal bulan Mei yaitu: 

Oseng Culture Festival

Sebuah event yang berasal dari masyarakat Desa Banjar, kecamatan Licin, Banyuwangi. Sebuah kolaborasi musisi profesional bersama kebudayaannya. Anda akan mengenal lebih dekat kampung dan desa di Banyuwangi, kebudayaan dan musiknya yang tersalurkan di festival ini. Tarian dan iring-iringan musik dan keramah-tamahan desa akan melarutkan anda pada festival sederhana ini. 

Masyarakat dapat turut serta menari dengan penduduk dan meramaikan festival yang berlangsung bersamaan dengan sajian aneka ragaman kuliner khas desa Banjar. Jangan khawatir jika ingin melepas penat setelah menikmati festival bersama keluarga atau orang yang terpenting bagi anda. Terdapat banyak fasilitas hotel di kecamatan Licin yang di sediakan bagi para turis dan masyarakat. Dari hotel berbintang satu hingga bintang tiga dengan harga yang pastinya tidak menguras dompet anda! 

Sumber: Jepungnusantara.org

International Tour de Banyuwangi

Setelah anda di suguhkan oleh keramah tamahan desa Banjar. Kali ini penulis akan memberikan gambaran tentang festival selanjutnya yaitu International Tour de Banyuwangi. International Tour de Banyuwangi atau lebih di kenal dengan singkatan ITDBI, di demonstrasikan bagi pecinta sepedah sehat sembari menikmati keindahan Banyuwangi. 

Event internasional dimana Banyuwangi berkolaborasi dengan pihak luar negeri ini,  memadukan lomba balap sepeda dengan pariwisata dan gaya hidup dimana stan usaha mikro kecil dan menengah akan mempromosikan lebih banyak garis start dan finish setiap perhentiannya. 

International Tour de Banyuwangi Ijen juga menempuh wilayah seputar Pantai Pulau Merah, dan agrotourism Kalibendo. Dengan waktu kurang lebih empat hari, pebalap akan berkompetisi di dalam empat tahapan. Pebalap akan melintasi area menantang layaknya tanjakan-tanjakan di kaki Gunung Ijen, melintasi sawah dan sungai, serta melewati pedesaan yang asri sebelum sampai di garis finish. Tidak perlu khawatir! Kawasan yang di lewati festival ini menyediakan hotel Blambangan di dekat pantai pulau merah, bagi para peserta atau bahkan turis manca negara yang mengikuti festival. Untuk mempermudah pencarian hotel anda di dekat event ini atau Banyuwangi pada umumnya, silahkan kunjungi website traveloka.com

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba?

Sumber: msports.net

Underwater Festival

Terdapat perbedaan di festival pada tahun 2016 ini. Masyarakat akan di perkenalkan kepada dua agenda acara baru yaitu Underwater Festival dan Fish Market Festival (di adakan oktober mendatang). Kedua daftar festival itu di harapkan dapat menyokong potensial bahari yang di miliki Banyuwangi. Memberikan masyarakat kesadaran untuk mulai menghargai wilayah laut di Banyuwangi. 

Pada Underwater Festival, masyarakat akan di pertunjukan alam bawah laut di Banyuwangi di poin yang telah di tentukan oleh panitia, dimana itu merupakan sebuah tujuan baru bagi sebuah wahana permainan laut seperti: snorkeling ataupun diving di Pulau Tabuhan, Pantai Bangsring atau Teluk Banyu Biru. Tak kalah serunya, akan di adakan lomba foto bawah laut untuk mengabadikan keindahan laut Banyuwangi. 

Sumber: Kompas.com

Festival wayang kulit 

Jika kebudayaan merupakan kunci festival ini, maka tahun ini festival wayang kulit akan kembali di hadirkan di hadapan anda. Jika mengintip kembali ke balik tahun 2015 lalu, Ki Manteb Soedharsono telah unjuk kebolehannya sepanjang malam di Lapangan Maron Genteng. 

Kebudayaan wayang kulit adalah hal yang hampir di lupakan oleh khalayak. Kecenderungan mendapatkan hal moderen dan instan, wayang kulit di sejumlah wilayah hampir sudah tidak terdengar lagi namanya. Karenanya pemerintahan Banyuwangi berinisiatif untuk membangkitkan kebudayaan yang hampir tersingkirkan di Indonesia khususnya di daerah Jawa Timur. 

Festival ini biasanya di adakan pada malam hari pukul 20.00 waktu setempat hingga pagi hari. Topik pembahasan tentang wayang kulit bermacam-macam bukan hanya membahas sejarah jawa saja topiknya ada yang menyindir tentang tokoh negeri, keadaan negeri ini, dan sebagainya. 

Melalui balutan nuansa bahasa jawa yang khas dan iring-iringan gamelan, penonton akan di bawa masuk ke dalam cerita yang di berikan oleh dalang. Bagi para penonton festival ini, kawasan menonton wayang kulit biasanya di pilihkan area yang strategis untuk penginapan anda tidak perlu risau. Hotel dan penginapan dari tidak berbintang hingga bintang 3 telah menanti anda satu jam dari lokasi menonton wayang kulit. 

Sumber: Bramuda.com

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Mei & Warna-warni Festival Banyuwangi"

  1. sangat suka dengan banyuwangi ,dari alam hingga budayanya masih terjaga dengan baik,sayang e kmren pas ke BWI gak sempet mampir ke kampung osing

    BalasHapus
    Balasan
    1. budaya banyuwangi banyak baget, explore semuanya, lain kali bisa mampir ke kampung osing

      Hapus
    2. iyah mas memang preferensi banget ke banyuwangi selain mendapat wisata alam kita juga akan mendapat wisata budayanya juga :-)

      Hapus
    3. iyya benar mas kita bisa dapet keduanya

      Hapus