.

.
EsokHariNanti

Pantai Modangan, Julukan Hawai Malang

Pantai Modangan
Pantai Modangan
Pantai modangan merupakan sebuah pantai yang masih alami tak banyak orang yang menyebutnya. Pantai modangan ini sering dijuluki dengan hawainya malang. Pantai yang masih alami dengan gulungan ombak yang cukup besar ini memberikan pesonanya tersendiri untuk di nikmati. Hanya deburan ombak dan suara angin yang mewarnai suasana alam di pantai modangan ini, tak lupa beberapa penduduk lokal yang sedang memancing di pantai memberikan kesan tersendiri. Kondisi alam di pantai masih terjaga dengan baik tak banyak jaman manusia yang menjelajahi tempat ini, hanya penduduk lokal dan beberapa penikmat alam saja.

Perjalanan menuju ke pantai modangan ini tak semudah yang di bayangkan, pantai yang masih alami ini tak banyak yang mengetahui dan juga tak ada penunjuk arah untuk menuju ke pantai modangan ini. Pantai Modangan ini terletak di pesisir selatan Pulau Jawa secara administratif masuk daerah Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, yang merupakan pantai paling ujung selatan barat Kabupaten Malang, Jawa Timur, Pantai ini terletak sekitar 65 km sebelah barat daya Kota Malang. Di pantai inilah tempat bermuaranya sungai yang menjadi batas alam yang memisahkan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Perbatasan itu ditandai dengan sebuah tugu kecil yang terletak di tepi sebuah sungai yang juga bernama Sungai Modangan. Pantai Modangan memang berhimpitan langsung dengan Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.
Pantai Modangan
Foto Bersama di Pantai Modangan
Cerita singkat dari perjalananku bersama kawan kawan menuju ke pantai modangan ini. Di awali dari perencanaan yang bisa di bilang dadakan tapi sebenarnya sudah niat untuk trip ke pantai, tapi sebelumnya masih bingung menuju ke pantai mana yang akan di explore. Tertuju pada sebuah nama, Pantai Modangan nama yang asing di telinga kita. Pantai yang masih jarang di jamah orang ini membuat namanya tak sepopuler pantai pantai di malang seperti pantai balekambang, pantai goa cina dan masih banyak lainnya. Niat sudah matang tinggal berangkat, niat kami untuk menikmati keindahan pantai modangan ini rencananya akan di explore dua hari satu malam. Aku, Isya, Titin dan Sisco ini merupakan personil personil yang akan berangkat mengexplore pantai modangan. Sebelum berangkat kamipun menyiapkan perlengkan yang di butuhkan untuk berangkat ke pantai modangan ini dari perlengkapan camp hingga logistik yang di butuhkan.

Tiba saatnya untuk mengexplore pantai modangan, berangkat dari kota malang sesuai dengan rencana. Berangkat dengan bermodalkan informasi dari internet dan beberapa pengalaman kamipun berangkat menuju ke pantai modangan. Sebelum berangkat kami kumpul terlebih dahulu di kosnya isya, ya untuk mempermudah kordinasi. Tapi ya seperti biasa kumpul tak tepat waktu ntah itu ada saja alasan yang membuat tak tepat waktu. Ya meskipun tak tepat waktu yang penting tatap berangkat. Berdoa, mengawali perjalanan menuju ke pantai modangan ini. Siaapppp waktunya berangkat, semua apa  yang di butuhkan sudah siap langsung saja tancap gas menuju ke arah donomulyo. Di perjalanan yang cukup jauh ini memakan waktu sekitar dua jam untuk menuju ke desa donomulyo. Hanya perbincangan yang mengisi kegiatan selama perjalanan ini tak ada. Cerita kesana kemari untuk membuat perjalanan ini tak terasa membosankan. Perjalanan sudah berjalan cukup jauh kami memutuskan untuk mengisi bensin terlebih dahulu, karena bensin kami tak terisi full saat berangkat. Tak berfikir lama kamipun berhenti di pom bensin terdekat sembari mengisi bensin kami juga beristirahat sejenak. Setelah cukup kamipun melanjutkan perjalanan menuju ke desa donomulyo.

Pantai Modangan
Foto di depan tenda
Tiba di desa donomulyo permasalahan muncul, tak ada petunjuk arah menuju ke pantai modangan. Solusi cepat yaitu bertanya pada orang sekitar salah satu cara untuk menuju ke pantai modangan biar tak kesasar. Menurut informasi yang kami peroleh dari warga sekitar, perjalanan kami sudah benar tinggal melanjutkan perjalanan hingga sampai di pertigaan yang ada patung orang membawa bambu runcing. Lalu setelah menemui tugu tersebut langsung mengambil arah kiri. Ternyata permasalahan kami belum berakhir karena kami bertemu dengan banyak percabangan jalan sehingga membuat kami kebingungan untuk memilih jalur mana yang akan kita lewati. Hingga kami memilih cara yang sama seperti awal awal, bertanya ke orang sekitar. Beberapa kali kita bertanya kepada warga sekitar begitu banyaknya percabangan. Tak terasa perjalanan yang begitu melelahkan ini sudah memasuki waktu sholat dhuhur sehingga kita memutuskan untuk mencari masjid terlebih dahulu. Tak lama berada di masjid kamipun melanjutkan perjalanan.

Perjalanan yang dilalui melewati jalanan beraspal ini memberikan kenyamanan dalam perjalanan. Setelah sempat beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju ke pantai modangan. Tak lama menyusuri jalanan beraspal kami tertuju kepada sebuah papan bertulisakan pantai modangan serta petunjuka arah yang mengatakan tinggal 3 km lagi. Kamipun semakin semangat karena perjalanan sudah semakin dekat. Namun perjalanan kita terhenti sejenak, tepat di depan mata memandang jalanan berubah menjadi jalanan tanah berbatu yang semulanya beraspal. Semangat yang semulanya berkobar berubah menjadi semakin menciut karena melihat medan yang lumayan berat. Namun itu tak mengurungkan niat kami untuk ke pantai modangan, meskipun medan yang berat langsung saja tancap gas. Perjalanan kami mulai melambat karena medan yang berbatu membuat kecepatan tak bisa secepat di aspal. Tak lama menyusuri jalan berbatu kami menemukan sebuah gubuk di perkebunan warga sekitar. Tanpa berfikir lama kamipun mampir sejenak untuk istirahat dan makan siang sambil menikmati keindahan alam. Dari kejauhan sudah terlihat warna kebiruan, yang merupakan lautan lepas.

Pantai Modangan
Canda tawa di pantai modangan
Dua puluh menit sudah perjalanan menyusuri medan berbatu, akhirnya terdengar suara gemuruh ombak yang menyapu hamparan pasir. Perjalanan kami akhirnya tinggal sedikit lagi, tak jauh di depan suara semakin terdengar jelas, perjalanan kami terhenti ketika sebuah pantai yang masih alami ini menyambut kedatangan kami. Kondisi yang masih alami tak ada keramaian hanya segelintir orang yang sedang memancing, masyarakat sekitar yang sedang mencari keberuntungan di pantai modangan. Suasana pantai yang masih alami ini memutuskan kami untuk menikmati keindahan alam pantai mondangan. Ditemani angin semilir dan suara sapuan ombak kami menikmati suasana tenang canda tawa dan sedikit camilan menemani kebersamaan kami. Cerita kesana kemari kembali mempererat kebersamaan kami. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, matahari mulai terbenam kini waktunya kami membangun tenda sebelum hari semakin gelap. Haripun semakin gelap waktu menikmati keindahan alam sudah mulai untuk di tutup, Kini hanya tinggal suara alam dan canda tawa saja yang menemani malam itu. Hari semakin malam dan suara perut sudah mulai bermunculan dan pada akhirnya kita memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Sembari makan malam perbincangan kamipun berlanjut hingga waktu tidurpun menjemput.

Malampun berganti pagi, kini waktunya untuk kembali mengexplore keindahan dari pantai modangan. Tapi sebelum melanjutkan sejenak mempersiapkan untuk sarapan pagi, mie siap menjadi menu makan pagi kami kali ini. Setelah selesai makan pagi kini waktunya untuk bermain bersama pantai modangan. Pantai yang masih alami ini masih sepi hanya kami berempat dan beberapa penduduk lokal saja yang berada di pantai ini. Sapuan ombak yang cukup besar membuat kami menahan diri untuk tidak mandi di pantai modangan ini, hanya cukup berfoto foto dan sesekali bermain air. Keseruan canda tawa mewarnai cerita kami di pagi itu sambil sesekali kami mengabadikan momen momen untuk kenang kenangan dari pantai modangan ini. Di pantai modangan ini banyak cerita terbentuk dari cerita yang seru hingga cerita yang kurang menarik ada di sini. Momen momen indah dan cerita yang indah yang mungkin tak bisa di ulang kembali di tempat lain memberikan kita pengalaman dan cerita kenangan yang cukup untuk dinikmati bersama. Cinta, mungkin kata ini tak bisa di singkirkan begitu saja dari cerita kami di sini, cinta juga mewarnai cerita kebersamaan kami di pantai modangan ini.

Pantai Modangan
Hanya meninggalkan jejak, semoga langkah kami tetap terjaga sampai ke tujuan
Tips bagi kalian yang akan ke pantai modangan
  1. Sebelum berangkat cari informasi sebanyak mungkin tentang pantai modangan ini.
  2. Usahakan kesehatan diri dalam kondisi prima, karena perjalanan cukup melelahkan.
  3. Pastikan kondisi kendaraan anda dalam kondisi baik karena jalan masih makadam.
  4. Jika musim hujan tak di sarankan untuk ke pantai modangan ini, karena kondisi jalanan akan susah di lewati.
  5. Jangan tinggalkan apapun selain jejak, jangan ambil apapun kecuali foto, ini untuk menjaga kealamian pantai modangan ini.
Terima kasih sudah membaca Pantai Modangan, Julukan Hawai Malang semoga bermanfaat. Ketika alam dan pertualangan memanggil, Kejarlah dengan caramu. Waktu kita sangat sempit, tetapi belum terlambat untuk melakukan sesuatu sekarang. mulailah dengan hal yang kecil, hal kecil bila dilakukan terus menerus esok hari nanti maka akan menjadi sesuatu yang besar. 

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Pantai Modangan, Julukan Hawai Malang"

  1. Bagus gan blognya ttg pantai mondangan ini, lain kali kalo trip di tempat lain jgn lupa buat blog lagi ya plus tips tips nya gan :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi gan, nanti klo trip saya pasti post

      Hapus
  2. satu lagi. jangan bunuh apapun kecuali waktu.

    BalasHapus