.

.
EsokHariNanti

Digital dan Mikroprosesor (Encoder)

ENCODER
Proses-proses (data dan perintah) baik berupa angka, karakter, dan huruf dalam rangkaian digital hanya dapat diproses dalam bentuk biner. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkodean pada data input agar data dapat diproses. Pengkodean ini dapat dilakukan dengan menggunakan rangkaian logika kombinasi. Suatu sandi biner dengan n bit dapat mewakili m ≥ 2n unsur informasi. Proses pengkodean sata input dilakukan oleh enkoder. Percobaan yang akan dilakukan pada modul ini adalah membuat rangkaian ENCODER menggunakan IC ENCODER Active low 74LS148, selain itu ada juga IC encoder Active high HEF4532B. Konfigurasi pin dari kedua IC tersebut dapat dilihat di bawah : 
                           (a)                                              (b)
Gambar 1.2  (a) Konvigurasi pin IC HEF4532B, (b) konfigurasi pin IC 74LS148


KARAKTERISTIK IC TTL

Gambar 1.3 Rangkaian ekivalen input IC TTL ( Input = 0 )

Bila masukkan IC TTL dihubungkan ground maka ada beda potensial antara basis dan emitter, sehingga arus mengalir menuju emitter, tidak ada arus yang mengalir menuju colector. Input IC TTL sama dengan nol.


                 Gambar 1.4 Rangkaian ekivalen input IC TTL ( Input = 1 )

Bila masukan IC TTL dihubungkan dengan +5V, maka tidak ada beda potensial antara basis dan emiter Tr1. Sehingga arus mengalir menuju colector Tr1 dan menuju basis Tr2, tidak ada arus yang mengalir menuju emiter. Input IC TTL sama dengan 1. 


                  Gambar 1.5 Rangkaian ekivalen input IC TTL ( Input = 1 )


Bila masukan IC TTL tidak dihubungkan dengan +5V atau ground ( mengambang ), maka tidak ada beda potensial antara basis dan emiter Tr1. Sehingga arus mengalir menuju colector Tr1 dan menuju basis Tr2, tidak ada arus yang mengalir menuju emiter. Input IC TTL sama dengan 1.    

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Digital dan Mikroprosesor (Encoder)"

Posting Komentar